Rabu, 28 Januari 2015

Proses Belajar :)

Tak terasa sudah satu kepengurusan telah terlewati banyak kesenangan,kesedihan,pengalaman, dan cercaan mengiringi jalan bakti dan abdi dari sebuah organisasi ini, di balik itu semua tersirat beberapa kenangan bagaimana 61 karakter manusia dengan prinsip yang berbeda, kebiasaan yang beragam dan bermacam-macam mimpi setinggi awan berusaha bersatu didalam suatu wadah dengan satu tujuan yang sama.
Mungkin tidak sama dengan Pasukan islam yang kokoh saat memenangkan perang badar, ini hanyalah organisasi yang seluruh anggotanya masih menjamah dan mencari sebuah ketenangan dan kemantapan hati dalam melakukan segala tindakan. Namun bukan karena ketidakjelasan itu turut membuat mereka tertinggal,,tidak,,justru karena ketidakjelasan itulah mereka bersama berangkulan untuk menuju secercah kebenaran dibaliknya, apa yang mereka cari? apa yang mereka inginkan? ataukah apa yang mereka butuhkan?..bersama dengan waktu yang terus berlalu masing masing mereka mulai mengerti tentang ketidak jelasan tersebut, masing masing perspektif dari pribadi mulai muncul,  bukan untuk merusak tapi bergerak, bukan untuk sakit tapi bangkit, bukan untuk runtuh tapi menjadi satu tubuh.
Terkadang teringat ketika kita beradu argumen disebuah lingkup lingkaran kecil di ubin yang beralaskan banner peninggalan program kerja terdahulu, mulai dari yang kuat mempertahankan argumen, yang mencoba menjadi penengah, bahkan orang yang acuk tak acuh dan mulai bosan dengan atmosfer perkumpulan tersebut hehehe... bahkan dari perkumpulan ini tak terhitung berapa derai air mata yang mungkin telah jatuh entah itu sebuah penyesalan,keharuan ataupun kesenangan. Hal itu telah melebur dan membuat kita menjadi pribadi yang mungkin memiliki jiwa yang lebih besar dari sebelumnya dan menatap apapun tidak hanya dari satu sisi tapi banyak sisi.
Perjalanan satu periode tentunya bukanlah jalan lurus dengan aspal yang mulus melainkan adalah jalan terjal sehingga kita butuh untuk berpegangan agar tak terjerembab jatuh dan jika memang tangan itu tak sanggup untuk berpegangan serta membuat seseorang jatuh maka tangan itu akan tetap terulur untuk menariknya kembali karena tujuan kita memang sepenuhnya bukan tentang puncak tapi bagaimana menikmati indahnya pemandangan dalam proses menujunya dengan bersama-sama.
Adanya kekurangan dan kelebihan dari masing-masing individu telah membuat mata rantai yang saling melengkapi satu sama lain dengan saling menutupi kekurangan dengan kelebihan masing-masing, jauh lebih besar dari itu perbedaan nyata yang ada  dapat menjadi kesempatan mereka untuk belajar pada setiap kawan seperjuangan disampingnya untuk meminimalkan kekurangannya bukan untuk menghilangkannya.

 “ Takkan pernah hilang segala kejenuhan pada diri manusia
   Takkan pernah habis kemalasan dalam hati manusia
   Itu semua adalah sifatnya,,itu semua adalah tabiatnya
   Namun bukan penanda kita duduk sambil tertunduk
   Melainkan pelecut semangat untuk tetap berhiruk pikuk
   Layaknya Pidato soekarno yang membangkitkan
   Organisasi juga harus memiliki sebuah keteguhan
   Yang Tak peduli akan sebuah keterbatasan
   Karena mereka terus berjalan dengan saling mengenggam tangan
   Memenuhi amanah dan kewajiban seraya merajut kebersamaan
   Semangat mesti selalu dijaga
   Bak sebuah bara api yang digenggam dalam tangan
   Memang menderita tapi itulah sebuah keyakinan
   Gertakan “Bersama kita Bisa” yang selama ini di ucapkan
   Bukan hanya sebuah jargon yang akan menjadi kenangan
   Namun merupakan kata yang dipegang sebagai harapan
   Untuk menuju organisasi yang berkarakter pengabdian

   Selaras tetap teguh berpegang tangan merajut kebersamaan “

Terima Kasih sahabat..Terima Kasih Guruku :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar