Rabu, 28 Oktober 2015

Menjauh untuk Menjaga



“Jual Mahalkan dirimu agar mereka yang mendekatimu juga mau berkomitmen padamu, Kesucian Cinta Tak bisa diukur dari seberapa banyak kau menerima bunga dan juga tak dapat dinilai dari seberapa sempurnanya kau menghias diri sehingga enak dipandang mata, Mereka yang suci cintanya tak akan mengharapkan sebuah hubungan kecuali menghalalkan dan Jika Belum siap, mereka akan memilih menjauh untuk menjaga karena sebuah bukti cinta yang nyata adalah Diam sembari menyebut Namamu dalam setiap haturan do’anya kepada Tuhan”


Kalau Membahas cinta emang gag ada matinya, telah banyak ratusan buku yang mengulas habis tentang cinta mulai dari sisi agamanya bahkan dari bagaimana cara membuat orang yang kita sukai juga memiliki rasa yang sama kepada kita. Saya bukanlah orang yang lihai dalam mengucapkan atau menuliskan kata-kata puitis tentang cinta tetapi dari beberapa sumber buku yang sudah saya baca dan saling mengaitkan antara satu buku dengan buku yang lain akhirnya saya beranikan mencoba untuk menuliskan sebuah prinsip atau gambaran saya tentang kata sensitif dengan sejuta arti itu,, ya “cinta”.

Bagi setiap Orang merasakan cinta sangat tidak bisa digambarkan, mereka yang sudah jatuh cinta akan merasakan hal-hal yang diluar kebiasaannya, mulai dari yang sebelumnya tidak melamun malah sering melamunkan hal yang berhubungan dengan orang yang dicintainya atau bahkan menjadi “kikuk” tiba-tiba saat harus berpapasan dan berbicara dengan dia (**Orang yang dicintai) hehe Benar kan ya?.

Kasmaran, nah kata ini pasti tuh para pembaca yang sudah sering jatuh cinta langsung paham apa makna kata dari satu ini, yap benar saat orang telah jatuh cinta pada awalnya ia akan selalu termotivasi untuk bertemu dengannya, selalu memiliki keinginan bagaimana bisa ngobrol dengan dia atau minimal bisa melihat senyum simpul miliknya. Kasmaran adalah perasaan dimana harihari kita dipenuhi dengan wajah dan namanya, mungkin untuk mereka yang baru merasakan hal ini tetapi bagi yang sudah paham biasanya akan lebih mudah dalam mengendalikannya meskipun tidak bisa diartikan muda secara utuh.

Saya selalu berpikir bahwa cinta itu fitrah dan itu suci, tidak ada rasa untuk ingin menjatuhkan atau mencelakakan orang yang kita cintai. Malah yang kita rasakan adalah bagaimana bisa membuat dia bahagia, bagaimana bisa membuat tersenyum saat kita  bersamanya dan bagaimana saat dia punya kesulitan dalam urusannya kita siap berkorban untuk ada dan berusaha untuk memudahkan. Benar??
Keinginan berkorban kepada orang kita cinta selalu saja menyertai dan hal-hal yang telah disebutkan diatas memang telah terbukti, yah meskipun saya tidak mengadakan sebuah riset tetapi pernahlah saya mencoba merangkum dari apa yang disampaikan teman-teman saat saya menanyakannya atau ketika mereka curhat kepada saya (tetapi saya bukan konsultan cinta :D). 

Beberapa minggu yang lalu sempat tertarik sebuah buku yang di tulis oleh Mas Azhar Nurul Ala Karena di covernya tertulis sebuah kalimat kurang lebih seperti ini “Menjauh untuk Menjaga sebenarnya aku sangat membenci konsep itu”. Dari kalimat itu saya rasa para pembaca sudah paham apa yang dimaksud, yah maksud dari kalimat itu adalah dalam merasakan sebuah cinta, kita hanya bisa membuktikan dengan dua cara yang pertama ialah menghalalkan bagi mereka yang sudah siap dan yang kedua adalah mengikhlaskan. Bukti kedua ini yang ingin saya bahas di artikel ini semoga bermanfaat dan dapat membuka mata hati kita. 

Ada sebuah pertanyaan kurang lebih seperti ini, “Kalo kita memilih untuk mengikhlaskannya berarti kita memang tidak mencintainya dong karena sangat mudah merelakannya?”. Bagaimana tanggapan kalian akan pertanyaan seperti ini, mungkin sebagian kita akan setuju saat mengikhlaskan orang yang kita cintai itu pergi begitu saja sama dengan kita tidak cinta kepada orang itu. 

Arti dari mengikhlaskan ini berbeda dengan merelakan, jika kita ingat sebuah kalimat yang saya garis bawahi diatas yaitu MENJAUH UNTUK MENJAGA, nah itulah inti mengikhlaskan menurut saya, tujuan kita mengikhlaskan adalah itu merupakan sebuah bukti yang real bahwa kita mencintainya, “lah,Kok bisa?”.”bentar-bentar santai dulu kan saya belum selesai nulisnya, jangan dipotong dulu dong hehe”. Saya contohkan ketika ada seoran laki-laki yang bernama A suka sama perempuan yang bernama K tetapi si A lebih memilih diam tanpa mengungkapkan apa yang ia rasakan kepada K karena si A berpikir dia masih belum siap menghalalkan sehingga dia lebih memilih untuk mengikhlaskan alasannya adalah untuk menjaga si K. “Menjaga dari apa?kan katanya cinta itu suci dan fitrah”, yah karena cinta itu suci dia lebih memilih untuk ikhlas, ia tidak mau saat ia mengungkapkan lalu membuat hubungan tanpa adanya ikatan suci maka Tuhanpun tak akan meridhoi, Bukankah sudah dijelaskan wanita itu bagaikan mutiara yang dibungkus dalam kotak kaca dan tidak sembarang orang yang memilikinya dan jika ingin memegang harus ada syaratnya yaitu dengan menghalalkan jika tidak ya berarti haknya hanya bisa melihat saja dan itupun kadang kita tidak diperbolehkan memandanganya terlalu lama.

“hmmm”,

”kenapa lagi? Masih bingung?”,

”endag se berarti intinya kan ia menjaga kesucian wanita itu ya? Tetapi apakah dia tidak mau berjuang?”.

“Mendoakan adalah Usaha luar biasa yang dapat menyingkap segala Rahasia yang pernah ada tentang cinta”.

Ah,,mungkin ada yang bilang mana mungkin tanpa PDKT kita bisa berpasangan sama orang yang diinginkan, mana mungkin hanya dengan doa kita bisa bersanding dengannya dipelaminan. Oke sekarang coba kita ubah mindset kita, coba pikirkan siapa yang lebih tau tentang computer? Penciptanya kan??, siapa yang lebih tau tentang Iphone misalanya? Apple kan??, lah sekarang  siapa dong yang paling mengerti tentang manusia? Yah betul jawabannya adalah “TUHAN” , ia adalah Dzat Yang Maha Pembolak Balik hati, Tuhan semesta alam dengan segala keMaha-anNya.

Ada 3 cara Tuhan dalam mengabulkan do’a hamba-hambanya : 
  1. Baik, akan Aku kabulkan
  2. Tunggu dulu, Aku ingin lihat kesungguhanmu dalam meminta kepada-Ku
  3. Jangan, Aku Punya yang lebih baik buat kamu

Intinya yakin ajalah karena Tuhan pasti punya rencana yang terbaik, selain itu ada perjuangan lain yang harus kita tempuh yaitu dengan cara memantaskan diri, Pasangan kita nanti adalah cerminan diri kita sendiri, kita boleh bermimpi punya pasangan dengan kriteria luar biasa tetapi kita juga harus sadar diri pantaskan mereka mendapatkan pasangan seperti kita, kalo jawabannya belum berarti kita harus memperbaiki diri kita untuk minimal sama dengan dialah dalam hal kebaikan.

Untuk kalian wahai wanita muslimah, engkau telah ditinggikan di mata Tuhan, taukah engkau bahwasanya dirimu adalah perhiasan dunia, maka jangan engkau turunkan derajatmu hanya karena termakan godaan nafsu yang berpakaia atas nama cinta. Tegarkanlah hatimu dalam urusan cinta, Jual Mahalkan dirimu agar mereka yang mendekatimu juga mau berkomitmen padamu, Kesucian Cinta Tak bisa diukur dari seberapa banyak kau menerima bunga dan juga tak dapat dinilai dari seberapa sempurnanya kau menghias diri sehingga enak dipandang mata, Mereka yang suci cintanya tak akan mengharapkan sebuah hubungan kecuali menghalalkan dan Jika Belum siap, mereka akan memilih menjauh untuk menjaga karena sebuah bukti cinta yang nyata adalah Diam sembari menyebut Namamu dalam setiap haturan do’anya kepada Tuhan. Jika memang kalian masih belum untuk dihalalkan maka jagalah hati kalian agar tak terjerumus dalam godaan setan sehingga lupa tentang aturan Tuhan. Katakanlah bukanlah kata “I LOVE YOU’ yang kalian tunggu melainkan kata “QOBILTU” dari mereka yang memang mau berkomitmen menjadi Imammu.


Untukmu Calon Imamku.

Untukmu calon imamku
Ku tulis kisah ini di malam-malam ku yang panjang
Bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan.
Untukmu seseorang yang akan menemaniku di masa depan

Kamu..
Siapa kamu?
Siapa namamu?
Dimana kamu berada?
Aku menantimu bersama semua pengabdian ku yang tertunda
Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna, bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku

Untukmu calon imamku yang aku tidak tahu dimana engkau berada
Suatu saat bila engkau datang
Tolong cintai aku karena Allah
Bimbinglah aku
Jadilah imam dalam solatku
Izinkan bakti dan taat ku menyatu bersama senyum diwajah yang teduhmu
Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat didalam hati dan fikiranmu

Untukmu calon imamku yang entah sedang apa..
Ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu..
Nanti..
Terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai
Agar aku bisa mengenalmu secara utuh

Untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya dihadapan Allah..
Bahwa aku disini selalu menantimu dalam taat
Menanti untuk menjadi belahan jiwamu
Menanti untuk menjadi penyejuk hatimu
Dan aku menanti untuk menjadi bidadari untukmu..

Sampai bertemu pada suatu masa,
Calon imam ku.

(Meyda Sefira)





5 komentar:

  1. Keren... jadi melting mas...hehe

    BalasHapus
  2. Siiiip.... pembahasan yg beda, boleh jadi referensi itu

    BalasHapus
  3. OMG PAK NURRRRRRRRRRRIIIIILLLLLL?????
    Behahahahahahahahahh :D
    Astagfirullahhhhh. Cekakakakakakakkakakakk ;D

    BalasHapus