“Jual Mahalkan dirimu agar mereka
yang mendekatimu juga mau berkomitmen padamu, Kesucian Cinta Tak bisa diukur
dari seberapa banyak kau menerima bunga dan juga tak dapat dinilai dari
seberapa sempurnanya kau menghias diri sehingga enak dipandang mata, Mereka
yang suci cintanya tak akan mengharapkan sebuah hubungan kecuali menghalalkan
dan Jika Belum siap, mereka akan memilih menjauh untuk menjaga karena sebuah
bukti cinta yang nyata adalah Diam sembari menyebut Namamu dalam setiap haturan
do’anya kepada Tuhan”
Kalau
Membahas cinta emang gag ada matinya, telah banyak ratusan buku yang mengulas
habis tentang cinta mulai dari sisi agamanya bahkan dari bagaimana cara membuat
orang yang kita sukai juga memiliki rasa yang sama kepada kita. Saya bukanlah
orang yang lihai dalam mengucapkan atau menuliskan kata-kata puitis tentang cinta
tetapi dari beberapa sumber buku yang sudah saya baca dan saling mengaitkan antara
satu buku dengan buku yang lain akhirnya saya beranikan mencoba untuk
menuliskan sebuah prinsip atau gambaran saya tentang kata sensitif dengan
sejuta arti itu,, ya “cinta”.
Bagi setiap
Orang merasakan cinta sangat tidak bisa digambarkan, mereka yang sudah jatuh
cinta akan merasakan hal-hal yang diluar kebiasaannya, mulai dari yang
sebelumnya tidak melamun malah sering melamunkan hal yang berhubungan dengan
orang yang dicintainya atau bahkan menjadi “kikuk” tiba-tiba saat harus
berpapasan dan berbicara dengan dia (**Orang yang dicintai) hehe Benar kan ya?.
Kasmaran,
nah kata ini pasti tuh para pembaca yang sudah sering jatuh cinta langsung
paham apa makna kata dari satu ini, yap benar saat orang telah jatuh cinta pada
awalnya ia akan selalu termotivasi untuk bertemu dengannya, selalu memiliki
keinginan bagaimana bisa ngobrol dengan dia atau minimal bisa melihat senyum
simpul miliknya. Kasmaran adalah perasaan dimana harihari kita dipenuhi dengan
wajah dan namanya, mungkin untuk mereka yang baru merasakan hal ini tetapi bagi
yang sudah paham biasanya akan lebih mudah dalam mengendalikannya meskipun
tidak bisa diartikan muda secara utuh.
Saya selalu
berpikir bahwa cinta itu fitrah dan itu suci, tidak ada rasa untuk ingin
menjatuhkan atau mencelakakan orang yang kita cintai. Malah yang kita rasakan
adalah bagaimana bisa membuat dia bahagia, bagaimana bisa membuat tersenyum
saat kita bersamanya dan bagaimana saat
dia punya kesulitan dalam urusannya kita siap berkorban untuk ada dan berusaha
untuk memudahkan. Benar??
Keinginan
berkorban kepada orang kita cinta selalu saja menyertai dan hal-hal yang telah
disebutkan diatas memang telah terbukti, yah meskipun saya tidak mengadakan
sebuah riset tetapi pernahlah saya mencoba merangkum dari apa yang disampaikan
teman-teman saat saya menanyakannya atau ketika mereka curhat kepada saya
(tetapi saya bukan konsultan cinta :D).
Beberapa
minggu yang lalu sempat tertarik sebuah buku yang di tulis oleh Mas Azhar Nurul
Ala Karena di covernya tertulis sebuah kalimat kurang lebih seperti ini “Menjauh untuk Menjaga sebenarnya
aku sangat membenci konsep itu”. Dari kalimat itu saya rasa para pembaca sudah
paham apa yang dimaksud, yah maksud dari kalimat itu adalah dalam merasakan
sebuah cinta, kita hanya bisa membuktikan dengan dua cara yang pertama ialah
menghalalkan bagi mereka yang sudah siap dan yang kedua adalah mengikhlaskan. Bukti
kedua ini yang ingin saya bahas di artikel ini semoga bermanfaat dan dapat
membuka mata hati kita.
Ada sebuah
pertanyaan kurang lebih seperti ini, “Kalo kita memilih untuk mengikhlaskannya
berarti kita memang tidak mencintainya dong karena sangat mudah merelakannya?”.
Bagaimana tanggapan kalian akan pertanyaan seperti ini, mungkin sebagian kita
akan setuju saat mengikhlaskan orang yang kita cintai itu pergi begitu saja
sama dengan kita tidak cinta kepada orang itu.
Arti dari
mengikhlaskan ini berbeda dengan merelakan, jika kita ingat sebuah kalimat yang
saya garis bawahi diatas yaitu MENJAUH UNTUK MENJAGA, nah itulah inti
mengikhlaskan menurut saya, tujuan kita mengikhlaskan adalah itu merupakan
sebuah bukti yang real bahwa kita mencintainya, “lah,Kok bisa?”.”bentar-bentar
santai dulu kan saya belum selesai nulisnya, jangan dipotong dulu dong hehe”. Saya
contohkan ketika ada seoran laki-laki yang bernama A suka sama perempuan yang
bernama K tetapi si A lebih memilih diam tanpa mengungkapkan apa yang ia
rasakan kepada K karena si A berpikir dia masih belum siap menghalalkan
sehingga dia lebih memilih untuk mengikhlaskan alasannya adalah untuk menjaga
si K. “Menjaga dari apa?kan katanya cinta itu suci dan fitrah”, yah karena
cinta itu suci dia lebih memilih untuk ikhlas, ia tidak mau saat ia
mengungkapkan lalu membuat hubungan tanpa adanya ikatan suci maka Tuhanpun tak
akan meridhoi, Bukankah sudah dijelaskan wanita itu bagaikan mutiara yang
dibungkus dalam kotak kaca dan tidak sembarang orang yang memilikinya dan jika
ingin memegang harus ada syaratnya yaitu dengan menghalalkan jika tidak ya
berarti haknya hanya bisa melihat saja dan itupun kadang kita tidak
diperbolehkan memandanganya terlalu lama.
“hmmm”,
”kenapa
lagi? Masih bingung?”,
”endag se
berarti intinya kan ia menjaga kesucian wanita itu ya? Tetapi apakah dia tidak
mau berjuang?”.
“Mendoakan adalah Usaha luar biasa yang dapat
menyingkap segala Rahasia yang pernah ada tentang cinta”.
Ah,,mungkin
ada yang bilang mana mungkin tanpa PDKT kita bisa berpasangan sama orang yang
diinginkan, mana mungkin hanya dengan doa kita bisa bersanding dengannya
dipelaminan. Oke sekarang coba kita ubah mindset kita, coba pikirkan siapa yang
lebih tau tentang computer? Penciptanya kan??, siapa yang lebih tau tentang
Iphone misalanya? Apple kan??, lah sekarang siapa dong yang paling mengerti tentang
manusia? Yah betul jawabannya adalah “TUHAN” , ia adalah Dzat Yang Maha
Pembolak Balik hati, Tuhan semesta alam dengan segala keMaha-anNya.
Ada 3 cara
Tuhan dalam mengabulkan do’a hamba-hambanya :
- Baik, akan Aku kabulkan
- Tunggu dulu, Aku ingin lihat kesungguhanmu dalam meminta kepada-Ku
- Jangan, Aku Punya yang lebih baik buat kamu
Intinya yakin ajalah karena Tuhan pasti punya rencana
yang terbaik, selain itu ada perjuangan lain yang harus kita tempuh yaitu
dengan cara memantaskan diri, Pasangan kita nanti adalah cerminan diri kita
sendiri, kita boleh bermimpi punya pasangan dengan kriteria luar biasa tetapi
kita juga harus sadar diri pantaskan mereka mendapatkan pasangan seperti kita,
kalo jawabannya belum berarti kita harus memperbaiki diri kita untuk minimal
sama dengan dialah dalam hal kebaikan.
Untuk kalian wahai wanita muslimah, engkau telah
ditinggikan di mata Tuhan, taukah engkau bahwasanya dirimu adalah perhiasan
dunia, maka jangan engkau turunkan derajatmu hanya karena termakan godaan nafsu
yang berpakaia atas nama cinta. Tegarkanlah hatimu dalam urusan cinta, Jual
Mahalkan dirimu agar mereka yang mendekatimu juga mau berkomitmen padamu,
Kesucian Cinta Tak bisa diukur dari seberapa banyak kau menerima bunga dan juga
tak dapat dinilai dari seberapa sempurnanya kau menghias diri sehingga enak
dipandang mata, Mereka yang suci cintanya tak akan mengharapkan sebuah hubungan
kecuali menghalalkan dan Jika Belum siap, mereka akan memilih menjauh untuk
menjaga karena sebuah bukti cinta yang nyata adalah Diam sembari menyebut
Namamu dalam setiap haturan do’anya kepada Tuhan. Jika memang kalian masih
belum untuk dihalalkan maka jagalah hati kalian agar tak terjerumus dalam
godaan setan sehingga lupa tentang aturan Tuhan. Katakanlah bukanlah kata “I
LOVE YOU’ yang kalian tunggu melainkan kata “QOBILTU” dari mereka yang memang
mau berkomitmen menjadi Imammu.
Untukmu Calon Imamku.
Untukmu calon imamku
Ku tulis kisah ini di malam-malam ku yang panjang
Bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan.
Untukmu seseorang yang akan menemaniku di masa depan
Kamu..
Siapa kamu?
Siapa namamu?
Dimana kamu berada?
Aku menantimu bersama semua pengabdian ku yang tertunda
Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna, bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku
Untukmu calon imamku yang aku tidak tahu dimana engkau berada
Suatu saat bila engkau datang
Tolong cintai aku karena Allah
Bimbinglah aku
Jadilah imam dalam solatku
Izinkan bakti dan taat ku menyatu bersama senyum diwajah yang teduhmu
Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat didalam hati dan fikiranmu
Untukmu calon imamku yang entah sedang apa..
Ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu..
Nanti..
Terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai
Agar aku bisa mengenalmu secara utuh
Untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya dihadapan Allah..
Bahwa aku disini selalu menantimu dalam taat
Menanti untuk menjadi belahan jiwamu
Menanti untuk menjadi penyejuk hatimu
Dan aku menanti untuk menjadi bidadari untukmu..
Sampai bertemu pada suatu masa,
Calon imam ku.
Untukmu calon imamku
Ku tulis kisah ini di malam-malam ku yang panjang
Bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan.
Untukmu seseorang yang akan menemaniku di masa depan
Kamu..
Siapa kamu?
Siapa namamu?
Dimana kamu berada?
Aku menantimu bersama semua pengabdian ku yang tertunda
Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna, bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku
Untukmu calon imamku yang aku tidak tahu dimana engkau berada
Suatu saat bila engkau datang
Tolong cintai aku karena Allah
Bimbinglah aku
Jadilah imam dalam solatku
Izinkan bakti dan taat ku menyatu bersama senyum diwajah yang teduhmu
Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat didalam hati dan fikiranmu
Untukmu calon imamku yang entah sedang apa..
Ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu..
Nanti..
Terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai
Agar aku bisa mengenalmu secara utuh
Untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya dihadapan Allah..
Bahwa aku disini selalu menantimu dalam taat
Menanti untuk menjadi belahan jiwamu
Menanti untuk menjadi penyejuk hatimu
Dan aku menanti untuk menjadi bidadari untukmu..
Sampai bertemu pada suatu masa,
Calon imam ku.
(Meyda Sefira)
Keren... jadi melting mas...hehe
BalasHapuslike (y)
BalasHapuskeren
BalasHapusjoss like (y)
Siiiip.... pembahasan yg beda, boleh jadi referensi itu
BalasHapusOMG PAK NURRRRRRRRRRRIIIIILLLLLL?????
BalasHapusBehahahahahahahahahh :D
Astagfirullahhhhh. Cekakakakakakakkakakakk ;D