Selasa, 10 Maret 2015

Hidup itu Indah, Bersyukurlah!!!



Pada saat itu sang ayah dan ibu kaget, dosa apa yang telah mereka perbuat hingga anaknya lahir dengan keadaan (maaf) cacat tubuhnya, dokter menyebutnya dengan penyakit tetra-amelia yang sangat langka, namun mereka tetap mencoba bersabar dan menyayanginya tanpa mencoba melihat kekurangan yang dimiliki anaknya. Saat umur 6 tahun orang tuanya memasukkan ke sekolah biasa, dan sang anak melihat bahwa dirinya sangat berbeda, ejekan dan cemoohan sering ia terima karena ketidaksempurnaannya sehingga ia frustasi dan hampir memilih untuk mengakhiri hidupnya, hingga  di suatu pagi saat ia bangun membuat sang anak berpikir bahwa seharusnya ia bersyukur karena telah diberi kesehatan,dan keluarga yang sangat menyayanginya. Ketika ia sedang membaca koran dengan ibunya, tiba-tiba matanya terfokuskan dengan artikel yang menceritakan tentang orang cacat yang mampu menolong dan mebahagiakan orang lain, dari artikel itulah dia mulai berubah dan memiliki semangat baru bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, Yah nama sang anak ini adalah Nick Vujicic. Sekarang dia adalah seorang motivator internasional yang kurang lebih telah mengisi acara motivasi di 24 negara dan telah diikuti oleh berjuta-juta orang serta membuat mereka memiliki tujuan dan semangat hidup yang baru dalam menjalani rangkaian proses kehidupan.

Secara tidak sadar sebagian besar dari kita selalu menghujat dan menyalahkan kehidupan ketika diberi suatu masalah yang membuat kita stress dan tidak tenang, bahkan terkadang ada beberapa kejadian yang disebabkan oleh masalah dia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya ( na’udzubillah), hal tersebut tentunya merupakan suatu pemikiran yang salah apalagi sampai memilih untuk mengakhiri hidup sungguh pilihan yang merugikan.

Setiap orang tentunya akan memiliki masalah yang berbeda dalam hidupnya, masalah tersebut hadir dengan tujuan agar kita belajar dalam mengatasi masalah bukan malah lari, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan bersujud diatas sajadah dan menangis dengan memohon kekuatan dan kesabaran serta petunjuk untuk menghadapi masalah yang sedang terjadi.

Dengan memilih mencoba untuk mendekatkan diri, InsyaAllah akan menghindarkan kita dari keputusan menekatkan diri yang tak menghasilkan suatu jalan keluar tapi malah membuat dosa lain, akan sangat tidak nyaman tentunya ketika kita sudah punya masalah dapat dosa juga, bagai jatuh tertimpa tangga, seperti itulah peribahasanya.

Mungkin kita harus mencoba untuk merubah pola pikir kita tentang memaknai sebuah kehidupan seperti seorang Nick vujicic, keterbatasannya itu memang sempat hampir membuat dia untuk berpikir mengakhiri hidupnya tapi hal itu tidak terjadi dan akhirnya dia mendapatkan sebuah pola pikir yang baru dalam mengartikan kehidupan, dia bangkit dan menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk mencapai kebahagiaan tapi pemikiran yang selalu menuju kekelemahanlah yang telah membuat kekuatan kita tertutupi.

Kebahagiaan bukanlah sesuatu hal yang bisa dicapai dengan utuhnya kesempurnaan atau banyaknya materi yang kita dapat, karena kebahagiaan adalah benda abstrak yang hanya bisa dirasa dan tak berwujud dalam sebuah visual.  Kebahagiaan tak hanya hadir ketika kita berhasil tapi disaat proses ikhtiyarpun kadang kebahagiaan itu datang untuk menghibur kita.

Seperti ketika mendaki gunung (meskipun saya sendiri belum pernah se hehehe), setiap pendaki dalam proses pendakian menuju puncak pasti akan merasakan rasa penat dan lelah tapi rasa itu dapat dihapuskan dengan pemandangan yang dapat dinikmati disela perjalanan, yah mungkin seperti itulah analoginya.

Cukuplah kita Mengutuk kehidupan karena sebuah kegagalan yang dialami, karena seyogyanya meningkatkan kualitas diri dan lebih berhati-hati adalah cara yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan, tak perlulah kita meronta-ronta dan marah-marah dalam zona kegelapan bukankah lebih baik kita diam dan segera mengambil lilin untuk penerangan, agar suatu jalan baru bisa kita lalui, sehingga kita menjadi pribadi yang telah lolos dari satu ujian dan tetap menilai hal indah tentang kehidupan. 

Seorang anak laki-laki sedang melihat neneknya menulis, karena penasaran tentang kegiatan sang nenek akhinya anak laki-laki bertanya “nenek menulis apa, nenek menulis tentang aku ya?”

Sang nenek menjawab “ iya, nenek sedang menulis tentang kamu tapi ada hal yang lebih penting dibanding kata-kata ini, yaitu pensil yang akan nenek gunakan, nenek berharap supaya kamu bisa seperti pensil ini”

Dengan wajah heran sang anak laki-laki pun bertanya “ bukankah pensil itu sama seperti yang lain?”

“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”

Pertama : Kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.

Ketika Masalah datang merundung, usahakanlah hati juga tak ikut mendung agar pikiran tak sampai jatuh pada dalamnya palung. Setiap manusia di dunia pasti memiliki masalah yang berbeda dan beragam level kesulitannya, maka dari itu saat kita mendapatkan masalah, berusahalah untuk melihatnya dari berbagai sudut pandang, karena siapa tau ternyata teman-teman atau orang disekitar kita memiliki masalah yang sama atau jauh lebih besar, lihatlah mereka yang masih bisa tersenyum saat masalah datang melanda, contohlah mereka agar pikiran yang selama ini menuju hal pesimis berganti menjadi optimis dan selalu bersyukur kepada Tuhan.


Hidup itu indah...
Jika kita tak berhenti dalam melangkah...
Hidup itu indah...
Jika sang raga telah beribadah dipelataran ka’bah...
Hidup itu indah...
Jika kita menolak untuk menjadi lemah...
Cobaan akan selalu menghantui...
Untuk menggoda pribadi agar saling mendengki...
Tantangan akan selalu menghadang...
Dan akan hilang jika semangat selalu dihunus bagaikan pedang...
Hambatan akan menjadi teman...
Maka jangan menyerah untuk memanfaatkan kesempatan...
Berhentilah dan janganlah Menyalahkan kehidupan...
Yang kau anggap sebagai salah satu biang kegagalan...
Namun Carilah dan nyalakan sang lilin harapan...
Agar semangat terjaga dan lebih banyak belajar dari Pengalaman...
Hidup itu indah...
Jika kita mau mensyukuri segala nikmat...
Hidup itu Indah...
Jika kita menjauhi sebuah sifat untuk melaknat...
Hidup itu indah...
Jika Setiap Malam ada do’a yang selalu terpanjat...



  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar