22 februari 2014, telah menjadi sebuah waktu yang sangat berharga dan banyak
pelajaran yang bisa saya dapat. Saat itu saya disuguhkan pemandangan layaknya
metamorfosis ulat yang telah berubah menjadi kupu-kupu yang sangat indah.
Pemandangan tersebut ialah ketika melihat para pengurus senior HMK ‘Oksigen”
2015 atau yang biasa disebut SC, terasa seperti kemarin mereka menjadi orang
yang baru masuk untuk berkomitmen mengemban amanah, mereka yang dulu terlihat
biasa kini telah bermetamorfosis menjadi orang yang luar biasa. Meski tak
banyak penampakan wujud nyata tapi niat untuk terus belajar dan berusaha sangat
dapat dirasa.
Mereka bukan lagi sebuah kelompok
yang bersandar tapi merekalah sekarang yang menjadi sandaran. Bertindak lebih
banyak,berkorban lebih banyak, memberi perasaan yang lebih banyak, itu yang
sedang mereka raba untuk dilakukan. Dalam bola mata mereka terlihat terpatri
sebuah tekad tulus yang kuat untuk mengayomi anggotanya, menyelesaikan segala
tugas-tugasnya, menyukseskan program kerjanya, dan membungkam mulut-mulut orang
yang selama ini menghinanya.
Tak dirasa mereka telah melewati
masa-masa sulit, menyelesaikan masalah yang sudah banyak menghimpit, tak
terhitung berapa badan fisik mereka telah sakit. Sekarang mereka telah tumbuh
menjadi insan yang indah ilmunya dan akhlaknya seperti layaknya kupu-kupu serta
memiliki tekad hati yang kuat dan tak akan goyah seperti tranformasi elang
menjadi seekor rajawali.
Kini mereka telah memiliki anggota
yang tak kalah luar biasa, segala bentuk cobaan masa lalu yang menaunginya dan
segala bentuk penyesalan yang dibawanya, telah mereka curahkan menjadi satu
kepercayaan yang mereka titipkan untuk menuju satu tujuan yang dipenuhi dengan
ratusan pengharapan, anggota yang dianugerahi kebesaran jiwa dalam menerima
masalah dan yang akan selalu siap untuk menerima segala tantangan.
Mereka yang sangat ingin menganggap
salah satu tempat perantara ilmu ini menjadi sebuah rumah baru untuk mereka
pulang disaat mereka sedih,saat mereka gundah,resah dan gelisah. Sebuah rumah
yang ingin mereka isi dengan sejuta benda abstrak di dunia entah itu
tangis,canda tawa, ataupun niat dalam mencari pengalaman dan pelajaran.
Keteguhan hati mereka dalam memahami
segala masalah membuat saya kagum akan perangainya, saya seakan diberi petunjuk
oleh tuhan bahwa mereka layak menjadi seorang guru dan teladan dalam
mengartikan makna kesabaran. Kesedihan yang mereka rasakan memang masih mereka
bawa, namun itu semua tertutupi dengan senyum merekah di wajah mereka yang
terlihat sayup.
“Sesungguhnya Allah bersama
orang-orang yang sabar” , mungkin firman ini yang membuat mereka terlihat
begitu sangat tabah, kesabaran mereka selama ini telah diikuti dengan ridho
tuhan yang selalu mendampinginya. Bagai mutiara yang berada dalam lautan paling
dalam itulah sebuah kesabaran yang dihiasi dengan senyuman.
Dalam kejadian ini saya merasakan dua
pelajaran penting yang bisa saya ambil, yang pertama ialah semakin menguatkan
pendapat bahwa sabar itu tak ada batasnya, jika memang suatu saat kita
mengatakan bahwa kesabaran yang dirasakan telah hilang maka disitulah bukti
bahwa kita belum mengerti hakikat akan kesabaran. Yang kedua adalah kesabaran
akan menjadi sebuah keindahan saat kita menselaraskannya dengan selalu
bersyukur, bukan karena bahagia kita bersyukur tapi karena bersyukurlah
kita bahagia.
" Tak pernah lapuk masalah dalam kehidupan
Tak pernah lekang perjuangan dalam setiap umur
Tak peduli siapa..
Tak paham bagaimana...
Masalah akan selalu menjadi bingkai hidup
Maka janganlah engkau buat semangatmu redup
Dulu Kau mungkin menangis sendiri
Namun hari ini kau telah punya organisasi
Luapkan ke mereka,,mintalah rangkulannya
Rasakan Nilai nilai kekeluargaan itu
Yang dipupuk perlahan hingga terasa menyatu
Mungkin mereka bukan yang melahirkan
Dan mereka pun tak bisa memberimu uang
Namun mereka memiliki banyak kesempatan
Tuk saling bertukar Kasih Sayang...
Jangan Menangis lagi...
Usap air matamu itu...
Tetaplah Tegak Berdiri...
Untuk Menjadi Sang Cahaya Baru.... "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar