Minggu, 18 September 2016

Yang Muda Ya Rajin Usaha



Ditulisan ini saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat setelah mengituki acara keren dengan pemateri top diantara bapak Jamil Azzaini, Laksita Utama Suhud, Ridwan Abadi, Fitra Jaya, dan Iwan Kurniawan. Wirausaha dan bisnis sudah taka sing ditelinga kita bahkan pemerintah di era bapak jokowi sangat gencar-gencarnya mendorong masyarakat Indonesia untuk berbisnis dengan menggunakankan jargon Industri kreatif. Bagi saya bukan tanpa sebab bapak presiden menginginkan rakyatnya untuk beralih menjadi pengusaha, coba kita lihat betapa banyak manfaat yang akan didapatkan dan dampak baik bagi lingkungan sekitar seperti menyediakan lapangan kerja sehingga mengurangi jumlah pengangguran, memacu adrenalin untuk memunculkan ide kreatif sehingga perekonomian Negara berjalan dengan tidak membebani anggaran pemerintah. 

Bapak Fitra jaya saat itu menceritakan bagaimana cara awal kita dalam membangun sebuah usaha, saya masih ingat istilah yang beliau gunakan yaitu 4F : 1.Financial Corporate 2. Family 3. Friends 4. Funder. Beliau membagi pengalamannya ketika membuka usaha casing HP yang pada kala itu membutuhkan dana sebesar 2 juta dan kondisinya beliau tidak memilikinya, lalu bagaimana caranya? Yah beliau list nama keluarganya dan nominal tersebut dibagi dengan total jumlah keluarga yang ia tulis lalu meminta pinjaman dari masing-masing anggota keluarga sehingga dana yang semula cukup besar jika ditanggung sendiri tapi ketika didapatkan dari banyak pihak maka akan terasa kecil karena satu pihak hanya akan memberikan sebagian kecil dari yang dibutuhkan. Hal ini membuat saya tertawa kecil dan bergumam dalam hati “ iya ya, kenapa ndag kepikiran hal seperti ini :D”. Tidak cukup sampai situ saya kembali dihentakkan dengan ilmu oleh bapak larsita dan coach ridwan abadi, bagaimana saya tidak geleng-geleng kepala ketika  salah seorang juru marketing terhebat Indonesia mengatakan bahwa teori  tertinggi dari dunia marketing berada dalam kitab suci Al-Qur’an (MasyaAllah), beliau menyebutnya dengan marketing Langit. Satu yang masih sangat saya ingat adalah sehebat apapun ide atau cara kita dalam memasarkan barang atau jasa tapi jika Allah menahan rezeki  kita maka tidak akan ada jalan yang terbuka tetapi jika Allah telah mengizinkan maka DIA akan mendatangkan dari jalan yang tidak akan pernah kita duga.

Tentu hal tersebut tidak hanya berbatas pada wirausaha ya tetapi mencakup segala seluruh kegiatan yang dilakukan oleh kita, bahwasanya setiap langkah kecil yang kita tempuh akan selalu dibawah pengawasan Allah Azza Wa jalla. Namun terkadang kita manusia terlalu sombong dengan kemampuan yang dimiliki sehingga memandang rendah orang lain, seyogyanya hal ini harus berusaha dihindari karena kepintaran dan kekuasaan yang kita miliki sekarang adalah karunia Allah tetapi jika kita tidak menyadarinya tentu akan menjadi makanan empuk bagi syetan dalam menggoda iman kita sehingga muncul bibit kesombongan.
S.M.A.R.T  (Saling percaya, Memberi/Berbagi, Amanah, Ridho dan Transparan) begitulah yang disampaikan oleh coach ridwan abadi, sebuah pondasi penting dalam menjalankan Usaha dizaman ini, menurut beliau bukan lagi persaingan yang saling menjatuhkan untuk bisa ke puncak atau memiliki asset yang besar untuk berada di urutan pertama tetapi yang paling penting saat ini adalah SINERGI. Coba kita lihat fenomena bluebird dan Go-Jek hari ini, Gojek yang nilai asetnya sangat sedikit ternyata memiliki nilai jual perusahaan sangat mahal yaitu 17,7 Triliun lebih tinggi dibandingkan Garuda Indonesia yang dikenal sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia. Apa Rahasianya ?? kembali pada kata SINERGI.

Mungkin pertanyaan kita adalah kok bisa ya? Bagaimana caranya?,,,prinsip sinergi ini sangat selaras sekali dengan agama kita yaitu islam, dalam matematika islam 1+1 = 27 hehe tau apa maksudnya?? Ya yang saya maksudkan disana adalah prinsip dari sholat berjamaah. Kita tau bahwa saat sholat sendirian akan hanya mendapatkan 1 derajat tetapi ketika berjamaah meski hanya satu makmum saja maka derajat yang kita dapatkan 27 derajat. Semoga kita selalu diberi kaki yang ringan dan hati yang rindu untuk selalu sholat berjamaah.

Diakhir sesi, semangat yang mulai berkurang kembali dikobarkan, rasa lelah yang mulai terasa kembali dihilangkan oleh pembicara eksentrik dan keren yaitu bapak Jamil Az-Zaini, memiliki durasi waktu 1,5 jam beliau sempatkan untuk menjelaskan tentang 3 hal : 1. Menjadi seorang yang Expert 2. Memberdayakan Anggota tim 3. Kolabarosi dan Kokreasi. Pada sesi tersebut beliau mengatakan modal utama yang harus kita punya adalah expert di bidang kita, di passion kita. Menjadi seorang expert tentu bukan hal mudah karena pengertian seorang expert adalah memiliki kualitas diatas rata-rata dan memiliki jiwa/hasrat yang tak pernah lelah untuk belajar, belajar dan belajar. Slah satu modal seseorang untuk menjadi expert adalah motivasi. “Loh kok motivasi??cuman itu saja?? Butkinya banyak nih orang yang punya motivasi tapi gag expert-expert?”,”Sebentar sebentar kan saya belum selesai cerita hmmm,, sabar dong, eh tapi tunggu dulu mereka yang punya motivasi menurutmu sudah aksi apa belum? Atau Cuma motivasi aja?”,”eeee kalau itu saya kurang tau hehe”,”huuuuu…sudah-sudah baca dulu aja ya”. 

Motivasi = To Be (Rasa Ingin) x Valensi, itu rumus lengkapnya hehe, to be atau rasa ingin adalah bentuk dimana kemauan dan kerja keras kita diuji tentunya juga diselaraskan dengan kapasitas yang kita punya mungkin mudahnya adalah memantaskan diri kita. Allah tidak akan memberi cobaan seorang hamba di luar kemampuan hambanya dan mungkin itu sama dengan keinginan kita sebelum DIA memberikan semua yang kita inginkan Allah pasti akan membentuk diri kita terlebih dahulu untuk siap dan mampu ketika diberi semuanya. Saat To Be (Rasa Ingin) dan Valensinya sudah tinggi maka To Have (Kepunyaan) akan mengikuti  karena kualitas yang baik akan diapresiasi dengan baik tentunya.

Well dibalik semua itu saya hanya ingin berkata pada kalian dan diri saya sendiri khususnya bahwa siapapun kita saat ini, sudah merasa hebat atau belum tetaplah belajar karena hanya orang yang selalu merasa bodohlah yang akan selalu belajar, seperti yang dikatakan Sayyidini Umar Ibn Khattab semakin tinggi kedudukan seseorang dalam mecari ilmu semakin ia menyadari bahwa dia tidak mengetahui apa-apa. Tetap Berproses dan semoga Istiqomah J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar