Ditulisan
ini saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat setelah mengituki acara keren
dengan pemateri top diantara bapak Jamil Azzaini, Laksita Utama Suhud, Ridwan
Abadi, Fitra Jaya, dan Iwan Kurniawan. Wirausaha dan bisnis sudah taka sing
ditelinga kita bahkan pemerintah di era bapak jokowi sangat gencar-gencarnya
mendorong masyarakat Indonesia untuk berbisnis dengan menggunakankan jargon
Industri kreatif. Bagi saya bukan tanpa sebab bapak presiden menginginkan
rakyatnya untuk beralih menjadi pengusaha, coba kita lihat betapa banyak
manfaat yang akan didapatkan dan dampak baik bagi lingkungan sekitar seperti
menyediakan lapangan kerja sehingga mengurangi jumlah pengangguran, memacu
adrenalin untuk memunculkan ide kreatif sehingga perekonomian Negara berjalan
dengan tidak membebani anggaran pemerintah.
Bapak Fitra
jaya saat itu menceritakan bagaimana cara awal kita dalam membangun sebuah
usaha, saya masih ingat istilah yang beliau gunakan yaitu 4F : 1.Financial
Corporate 2. Family 3. Friends 4. Funder. Beliau membagi pengalamannya ketika
membuka usaha casing HP yang pada kala itu membutuhkan dana sebesar 2 juta dan
kondisinya beliau tidak memilikinya, lalu bagaimana caranya? Yah beliau list
nama keluarganya dan nominal tersebut dibagi dengan total jumlah keluarga yang ia
tulis lalu meminta pinjaman dari masing-masing anggota keluarga sehingga dana
yang semula cukup besar jika ditanggung sendiri tapi ketika didapatkan dari
banyak pihak maka akan terasa kecil karena satu pihak hanya akan memberikan
sebagian kecil dari yang dibutuhkan. Hal ini membuat saya tertawa kecil dan
bergumam dalam hati “ iya ya, kenapa ndag kepikiran hal seperti ini :D”. Tidak
cukup sampai situ saya kembali dihentakkan dengan ilmu oleh bapak larsita dan
coach ridwan abadi, bagaimana saya tidak geleng-geleng kepala ketika salah seorang juru marketing terhebat
Indonesia mengatakan bahwa teori
tertinggi dari dunia marketing berada dalam kitab suci Al-Qur’an
(MasyaAllah), beliau menyebutnya dengan marketing Langit. Satu yang masih
sangat saya ingat adalah sehebat apapun ide atau cara kita dalam memasarkan
barang atau jasa tapi jika Allah menahan rezeki
kita maka tidak akan ada jalan yang terbuka tetapi jika Allah telah
mengizinkan maka DIA akan mendatangkan dari jalan yang tidak akan pernah kita
duga.
Tentu hal
tersebut tidak hanya berbatas pada wirausaha ya tetapi mencakup segala seluruh
kegiatan yang dilakukan oleh kita, bahwasanya setiap langkah kecil yang kita
tempuh akan selalu dibawah pengawasan Allah Azza Wa jalla. Namun terkadang kita
manusia terlalu sombong dengan kemampuan yang dimiliki sehingga memandang
rendah orang lain, seyogyanya hal ini harus berusaha dihindari karena
kepintaran dan kekuasaan yang kita miliki sekarang adalah karunia Allah tetapi
jika kita tidak menyadarinya tentu akan menjadi makanan empuk bagi syetan dalam
menggoda iman kita sehingga muncul bibit kesombongan.
S.M.A.R.T (Saling
percaya, Memberi/Berbagi, Amanah, Ridho dan Transparan)
begitulah yang disampaikan oleh coach ridwan abadi, sebuah pondasi penting
dalam menjalankan Usaha dizaman ini, menurut beliau bukan lagi persaingan yang
saling menjatuhkan untuk bisa ke puncak atau memiliki asset yang besar untuk
berada di urutan pertama tetapi yang paling penting saat ini adalah SINERGI.
Coba kita lihat fenomena bluebird dan Go-Jek hari ini, Gojek yang nilai asetnya
sangat sedikit ternyata memiliki nilai jual perusahaan sangat mahal yaitu 17,7
Triliun lebih tinggi dibandingkan Garuda Indonesia yang dikenal sebagai salah
satu maskapai terbaik di dunia. Apa Rahasianya ?? kembali pada kata SINERGI.
Mungkin
pertanyaan kita adalah kok bisa ya? Bagaimana caranya?,,,prinsip sinergi ini
sangat selaras sekali dengan agama kita yaitu islam, dalam matematika islam 1+1
= 27 hehe tau apa maksudnya?? Ya yang saya maksudkan disana adalah prinsip dari
sholat berjamaah. Kita tau bahwa saat sholat sendirian akan hanya mendapatkan 1
derajat tetapi ketika berjamaah meski hanya satu makmum saja maka derajat yang
kita dapatkan 27 derajat. Semoga kita selalu diberi kaki yang ringan dan hati
yang rindu untuk selalu sholat berjamaah.
Diakhir
sesi, semangat yang mulai berkurang kembali dikobarkan, rasa lelah yang mulai
terasa kembali dihilangkan oleh pembicara eksentrik dan keren yaitu bapak Jamil
Az-Zaini, memiliki durasi waktu 1,5 jam beliau sempatkan untuk menjelaskan
tentang 3 hal : 1. Menjadi seorang yang Expert 2. Memberdayakan Anggota tim 3.
Kolabarosi dan Kokreasi. Pada sesi tersebut beliau mengatakan modal utama yang
harus kita punya adalah expert di bidang kita, di passion kita. Menjadi seorang
expert tentu bukan hal mudah karena pengertian seorang expert adalah memiliki
kualitas diatas rata-rata dan memiliki jiwa/hasrat yang tak pernah lelah untuk
belajar, belajar dan belajar. Slah satu modal seseorang untuk menjadi expert
adalah motivasi. “Loh kok motivasi??cuman itu saja?? Butkinya banyak nih orang
yang punya motivasi tapi gag expert-expert?”,”Sebentar sebentar kan saya belum
selesai cerita hmmm,, sabar dong, eh tapi tunggu dulu mereka yang punya
motivasi menurutmu sudah aksi apa belum? Atau Cuma motivasi aja?”,”eeee kalau
itu saya kurang tau hehe”,”huuuuu…sudah-sudah baca dulu aja ya”.
Motivasi =
To Be (Rasa Ingin) x Valensi, itu rumus lengkapnya hehe, to be atau rasa ingin
adalah bentuk dimana kemauan dan kerja keras kita diuji tentunya juga diselaraskan
dengan kapasitas yang kita punya mungkin mudahnya adalah memantaskan diri kita.
Allah tidak akan memberi cobaan seorang hamba di luar kemampuan hambanya dan
mungkin itu sama dengan keinginan kita sebelum DIA memberikan semua yang kita
inginkan Allah pasti akan membentuk diri kita terlebih dahulu untuk siap dan
mampu ketika diberi semuanya. Saat To Be (Rasa Ingin) dan Valensinya sudah
tinggi maka To Have (Kepunyaan) akan mengikuti
karena kualitas yang baik akan diapresiasi dengan baik tentunya.
Well
dibalik semua itu saya hanya ingin berkata pada kalian dan diri saya sendiri
khususnya bahwa siapapun kita saat ini, sudah merasa hebat atau belum tetaplah
belajar karena hanya orang yang selalu merasa bodohlah yang akan selalu
belajar, seperti yang dikatakan Sayyidini Umar Ibn Khattab semakin tinggi
kedudukan seseorang dalam mecari ilmu semakin ia menyadari bahwa dia tidak
mengetahui apa-apa. Tetap Berproses dan semoga Istiqomah J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar