Rabu, 17 Desember 2014

Kuat Ikhtiyar

Secarih kertas tergoreskan tinta hitam
seakan menjadi sebuah bukti perjuangan
tentang seorang insan dalam kehidupan
demi sebuah cita-cita yang diinginkan
bekerja keras berlari,jatuh dan bangun ia lalui
batu adalah masalahnya sungai adalah rintangannya
sejenak kaki itu lunglai tersandung kerikil kecil
kadang tubuh pun terhanyut karena derasnya air
mereka tidak mati dan mereka masih berdiri
sejenak mereka berteduh dibawah pohon yang rindang
sedikit mengurangi teriknya sinar matahari
dan memberinya kesempatan betapa bahagianya
menghirup oksigen hasil fotosintesis yang masih baru
Mereka tak terlena dengan nikmat itu ,,
mereka sadar cita-cita masih jauh untuk digapai
mereka sadar mungkin bukan kerikil yang ada nanti
melainkan gulingan batu besar yang akan melumpuhkan kaki itu
mungkin bukan sungai yang akan mereka arungi..
namun lautan luas membentang yang siap menjadi hambatan..
kemudian mereka berdiri diam dan bertanya dalam hati
"apakah saya bisa bertahan wahai Dzat yang agung?"
Sekejap dia ragu dengan semuanya, dia merasa berada pada jalan yg salah
lalu terjatuhlah biji pohon yang ia singgahi...
Seakan sebagai peringatan kecil dari Sang Penguasa Alam
bahwa siapapun yang menyerah karena sebuah pilihan
maka dia akan seperti biji pohon yang tak mungkin kembali lagi ke ranting
Mungkin bakal ada batu besar yang berguling,,
mungkin Lautan akan jadi pemisah antar Jalan,,
Semua Itu Masalah semua itu hambatan,,
Yang Baik bukan menilai Tentang apakah itu Alasan
Nilailah bahwa itu adalah Tantangan,,
Karena Kita dilahirkan bukan sebagai sumber kelemahan
Namun Bersama Kekuatan yang dapat Mewujudkan Harapan



Catatan di Malam Ujian
17 Desember 2014
Nuril Nuza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar