Pagi yang indah selalu memburatkan hawa yang menyejukkan
membuat mulut kita berucap syukur atas nikmat-Nya
Embun yang menyegarkan dan membasahi dedaunan
memanjakan mata yang baru beberapa jam terbangun dari kematian sementara
jauh lebih indah seraya melihat makhluknya kita pula agungkan nama-Nya
Menggerakkan bibir kita untuk selalu menyebut-Nya
Hawa dingin yang hadir dalam kesejukan itu
bukan untuk membuat kita kembali tergeletak di nyamannya tempat tidur
namun merupakan Alarm bahwa aktivitas kita harus dimulai dengan syukur
matahari yang akan mulai terbit dari timur
memberikan sinar hangatnya untuk dimanfaatkan oleh seluruh makhluk
bukan hanya menandakan pergantian waktu atau bumi yang selalu berotasi
bukan pula tentang makhluk hidup yang mulai mencari rezeki
ini tentang KEROHMANAN DAN KEROHIMAN Dzat-Nya
senantiasa selalu memberi kita kasih sayang dan kenyamanan ini
serta memberi kita energi untuk melaksanakan kehidupan yang berarti.
Renungan kecil di Malang
Rabu, 10 desember 2014
Nuril Nuza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar