Saya adalah
anak terakhir dari tiga bersaudara dan kami semua adalah laki-laki, seperti
yang dikatakan oleh orang-orang bahwasanya laki laki suatu saat akan menjadi
pemimpin dan sekecil-kecilnya adalah sebagai pemimpin keluarga.
Perbedaan
umurku dengan kakakku adalah 7 dan 12 tahun, waktu silih berganti hari berganti
hari,bulan berganti bulan dan tahunpun berganti tahun hingga tiba saatnya aku
masuk dunia perkuliahan singkat cerita setelah aku masuk dunia mahasiswa ini
ketika aku pulang kerumah selalu saja berbagi cerita kepada ibuku dan itupun
terjadi sebaliknya, suatu saat ibu sering cerita bahwa beliau sangat
menginginkan anak perempuan (menantu) maklumlah kami bertiga semuanya adalah
laki-laki dan kakakku yang paling tua masih belum memiliki calon pendamping ,
orang tuaku sudah berusaha untuk mencomblangkan kakakku dengan wanita-wanita
yang menurut beliau baik dan bisa menjadi istri yang berbakti kepada suami.
Saya pun
sebagai adik juga memiliki keinginan untuk segera memiliki kakak ipar hingga
akhirnya saya diajak oleh teman-teman sekelasku untuk memberikan makanan kepada
anak panti asuhan disekitar kampus karena ini agenda dadakan kami semua sepakat
untuk menambah beberapa barang dan mengumpulkan sumbangan untuk mereka, setelah
sampainya di panti asuhan kami segera menemui pengurus dan mengutarakan niat
dan maksud kami, tentunya kami juga meminta dido’akan oleh mereka agar
harapan-harapan kami bisa terkabul karena saya pernah belajar bahwa do’a anak
yatim itu istijabah. pada saat itu juga saya pun menyelipkan sebuah do’a agar
kakakku segera dipertemukan dengan jodohnya.
Alhamdulillah
adalah kalimat yang saya ucapkan waktu itu disaat ibu berkata bahwa kakakku
sudah menemukan wanita yang cocok dan mau untuk segera menikah, mendengar dari
cerita ibuku tentang bagaimana hal itu bisa terjadi semakin membuat saya
meyakini bahwa Allah telah mendesign segala kehidupan makhluknya dengan
sebaik-baiknya sekeras apapun manusi berusaha tetapi jika Allah berkendak lain
maka tidak akan terjadi selain itu saya juga meyakini bahwa hal ini juga berkat
perantara mereka anak yatim yang kami kunjungin dulu, Subhanallah
walhamdulillah walaailaahaillallah wallahu akbar.
Allah tidak
pernah meninggalkan hambanya yang sedang kesusahan, kesabaran yang selalu
mendampingi kita dalam segala masalah merupakan salah satu nikmat yang Allah
berikan, Rasulullah S.A.W bersabda “Sesungguhnya
Allah bersama orang-orang yang sabar”. Mungkin banyak orang yang mengatakan
“kau tidak tau apa yang kurasakan,coba saja kalian yang dapat masalah mungkin
kalian akan mengeluh lebih berat daripada aku” , ya mungkin
keluarga,teman-teman kita tidak tahu bagaimana yang kita rasakan tapi apakah
Allah tidak tahu? Tentunya Allah tahu dan bahkan jauh lebih tau dibandingkan
kita sendiri yang memiliki tubuh ini, Allah Mengetahui segala hal tentang kita
masa lalu kita bahkan masa depan kita.
Yakinlah
bahwasanya kita tidak akan diberi cobaan di luar kemampuan kita kalupun kita merasa bahwa kita tidak sanggup dan
cobaan kita terlalu berat maka kitalah yang kurang mendekatkan diri kepadanya,
disaat hati kita letih kita lebih memilih tidur
dibandingkan mendekatkan diri kepadanya, disaat kita stress kita lebih
memilih mengadukan pada sesuatu yang mebuat kita lupa bahwa kita adalah manusia
beragama.
“Karena
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan..”
“Sesungguhnya
beserta kesulitan itu ada kemudahan..”
(QS.
Al-Insyiroh : 5-6)
Banyak
diantara kita semua yang yakin ketika masalah kita jalani dengan penuh
kesabaran dan selalu berdoa kepada Allah tentang segala hal yang kita rasa atau
kita inginkan, Allah akan mendampingi kita dan akan menunjukkan jalan keluar
dari setiap masalah dan membuat derajat kita lebih tinggi karena berhasil
melewati ujian yang Allah berikan. Semoga
kita semua termasuk orang yang sabar dan selalu berserah diri kepadanya :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar