Jumat, 12 Desember 2014

Paradigma CINTA

Lagi lagi tentang cinta
bukan sebuah opini tetapi perenungan
yang lebih memiliki arti dari segala keajaiban
Antara memperbaiki atau menyesali
Diantara kata sederhana dengan kata yang rumit
Yang membuat tertawa dan kadang mengantarkan dahi mengernyit
hmmm,,Cinta itu,,apakah sebuah rasa dari jiwa
ataukah penyatuan paradigma dari seluruh indera
Perbenturan tentang hadir tidaknya
sebuah agama dalam Penyatuan dogma dengan logika
Lalu apa perbedaan dari demikian itu??
Kualitas cinta ataukah Kuantitas cinta
atau mungkin arti cinta itu sendiri yang berbeda??
atau bahkan hanyalah sebuah imaji tentang rasa cinta saja
yang membuat salah satu dari kedua asal muasal itu terlihat seperti cinta..
sangat rumit dalam keadaan yang sulit..
sangat sederhana dalam buratan luka..
Ini bukan tentak fisik..
Namun Rasa yang membuat atom-atom dalm tubuh bervibrasi,berotasi
Hingga Akhirnya merasakan sebuah rasa yang banyak memiliki arti
Bukan Opini tanpa substansi dan disebut Cinta Sejati



Jum'at, 12 Desember 2014
Nuril Nuza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar